MENGENAL BIOGAS SUMBER ALTERNATIF YANG AMAN UNTUK MASYARAKAT
BIOGAS
SUMBER ENERGI ALTERNATIF MASYARAKAT YANG AMAN
DI GUNAKAN
(Sumber : Yayasan Rumah Energi)
Oleh : Suyono
(Mitra Sarana Energi)
|
M |
asih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang teknologi
biogas ini padahal bahan baku untuk pembuatan biogas ini cukup tersedia di
sekitar kita. Keberadaan biogas sangat membantu masyarakat, disamping ramah
lingkungan, aman dalam penggunaan, biogas ini mampu meningkatkan perekonomian
keluarga karena banyak sekali manfaat yang di dapat dari penggunaan biogas
tersebut,
Adalah biogas,
merupakan salah satu sumber alternatif untuk energi baru terbarukan, biogas
mampu menjadi penyeimbang disaat menipisnya cadangan minyak bumi yang semakin
lama semakin meningkat. Hal tersebut merupakan dampak yang ditimbulkan dari
penggunaan era gas LPG.
Biogas merupakan salah satu gas yang dihasilkan dari proses
fermentasi berbahan limbah organik di dalam digester (ruang pencerna) yang
kedap udara hingga terbentuk gas methan. Salah satu contoh limbah organic yang
dapat di jadikan biogas adalah :
1. 1. Limbah ternak (sapi,
kerbau, kambing, ayam, puyuh, itik, babi dll)
2. 2. Limbah rumah tangga
(nasi, sayur, buah-buahan)
3. 3. Limbah industri
tahu/tempe
4. 4. Limbah enceng gondok
5. 5. Limbah kotoran manusia
Dampak positif yang dihasilkan ketika membangun biogas adalah
sebagai berikut :
1. 1. Mengurangi pencemaran
lingkungan
2. 2. Mengurangi
ketergantungan pemakaian bahan bakar minyak
3. 3. Tidak mengeluarkan biaya
untuk membeli BBM atau gas LPG
4. 4. Menghemat waktu dalam
penyediaan gas
5. 5. Nilai manfaat kotoran
ternak sebagai pupuk kandang tidak berkurang.
Prinsip Teknologi Biogas
Prinsip dasar dari teknologi biogas ini sebenarnya adalah memanfaatkan proses pembusukan (fermentasi) dari limbah organik, yang diproses dalam ruangan yang kedap udara (anaerobik) oleg bakteri methan hingga menghasilkan gas methan yang dapat di manfaatkan sebagai pengganti LPG.
Bagian
pokok dari teknologi biogas terdiri dari :
1. . Inlet (lubang untuk memasukan bahan
baku)
2. Digester (ruang pencerna) yang berfungsi
sebagai penampung kotoran yang dimasukkan melalui inlet. Didalam ruangan ini
terdapat bakteri methan yang mengolah limbah bio tersebut menjadi biogas.
3. Kubah (ruang menyimpam gas)
berfungsi untuk menampung gas yang dihasilkan dari proses fermentasi di
digester.
4. Outlet adalah ruang menyimpan lumpur
hasil pencernaan (disebut juga dengan bio slurry)
5. Pipa gas untuk menyalurkan gas yang
terbentuk dari hasil fermentasi.
Ada beberapa jenis reaktor biogas yang dikembangkan diantaranya adalah reactor jenis kubah tetap (Fixed-dome), reactor terapung (Floating drum), raktor jenis balon, jenis horizontal, jenis lubang tanah, jenis ferrocement. Dari keenam jenis digester biogas yang sering digunakan adalah jenis kubah tetap (Fixed-dome) dan jenis Drum mengambang (Floating drum). Beberapa tahun terakhi ini dikembangkan jenis reactor balon yang banyak digunakan sebagai reactor sedehana dalam skala kecil.
1. Reaktor kubah
tetap (Fixed-dome) (yang lazim di gunakan di Indonesia)
Teknologi reaktor BIRU adalah reaktor kubah beton (fixed-dome)
yang diadaptasi dari sistem yang telah digunakan di negara lain seperti
Banglades, Kamboja, Laos, Pakistan, Nepal dan Vietnam. Reaktor kubah beton ini
terbuat dari batu-bata dan beton yang tertutup di bawah tanah. Sistem ini
terbukti aman bagi lingkungan dan berfungsi sebgai sumber energi yang bersih.
Di Nepal, teknologi ini digunakan oleh lebih dari 200 ribu rumah tangga selama
lebih dari 15 tahun, dengan 95% reaktor masih berfungsi.
Bangunan kubah beton biogas ini dapat bertahan minimal 15
tahun dengan penggunaan dan perawatan benar. Perawatannya mudah, hanya
membutuhkan pemeriksaan sesekali dan – jika butuh – penggantian pipa dan
perlengkapan. Untuk mengoperasikan satu unit, dibutuhkan setidaknya dua sapi
atau tujuh babi (atau 170 ayam) untuk memproduksi bahan baku (kotoran) yang
cukup agar reaktor dapat memproduksi gas yang dapat mencukupi kebutuhan dasar
memasak dan penerangan lampu rumah tangga.
Reaktor ini disebut juga reaktor china. Dinamakan demikian karena reaktor ini dibuat pertama kali di china sekitar tahun 1930 an, kemudian sejak saat itu reaktor ini berkembang dengan berbagai model. Pada reaktor ini memiliki dua bagian yaitu digester sebagai tempat pencerna material biogas dan sebagai rumah bagi bakteri, baik bakteri pembentuk asam ataupun bakteri pembentuk gas metana. Bagian ini dapat dibuat dengan kedalaman tertentu menggunakan batu, batu bata atau beton. Strukturnya harus kuat karna menahan gas agar tidak terjadi kebocoran. Bagian yang kedua adalah kubah tetap (fixed-dome). Dinamakan kubah tetap karena bentunknya menyerupai kubah dan bagian ini merupakan pengumpul gas yang tidak bergerak (fixed). Gas yang dihasilkan dari material organik pada digester akan mengalir dan disimpan di bagian kubah.
Keuntungan dari reaktor ini adalah biaya konstruksi lebih
murah daripada menggunakan reaktor terapung, karena tidak memiliki bagian yang
bergerak menggunakan besi yang tentunya harganya relatif lebih mahal dan
perawatannya lebih mudah. Sedangkan kerugian dari reaktor ini adalah seringnya
terjadi kehilangan gas pada bagian kubah karena konstruksi tetapnya.
2. Reaktor floating drum
Reaktor jenis terapung pertama kali dikembangkan di india
pada tahun 1937 sehingga dinamakan dengan reaktor India. Memiliki bagian
digester yang sama dengan reaktor kubah, perbedaannya terletak pada bagian
penampung gas menggunakan peralatan bergerak menggunakan drum. Drum ini dapat
bergerak naik turun yang berfungsi untuk menyimpan gas hasil fermentasi dalam
digester. Pergerakan drum mengapung pada cairan dan tergantung dari jumlah gas
yang dihasilkan.Keun tungan dari reaktor ini adalah dapat melihat secara
langsung volume gas yang tersimpan pada drum karena pergerakannya. Karena
tempat penyimpanan yang terapung sehingga tekanan gas konstan. Sedangkan
kerugiannya adalah biaya material konstruksi dari drum lebih mahal. faktor
korosi pada drum juga menjadi masalah sehingga bagian pengumpul gas pada
reaktor ini memiliki umur yang lebih pendek dibandingkan menggunakan tipe kubah
tetap.
3. Reaktor balon
Reaktor balon merupakan jenis reaktor yang banyak
digunakan pada skala rumah tangga yang menggunakan bahan plastik sehingga lebih
efisien dalam penanganan dan perubahan tempat biogas. reaktor ini terdiri dari
satu bagian yang berfungsi sebagai digester dan penyimpan gas masing masing
bercampur dalam satu ruangan tanpa sekat. Material organik terletak dibagian bawah
karena memiliki berat yang lebih besar dibandingkan gas yang akan mengisi pada
rongga atas.
Cara Kerja Reaktor Biogas
Untuk
cara kerja dalam pembuatan komponen bangunan reaktor biogas mengacu kepada standar yang sudah
dibuat oleh standar Biogas Rumah BIRU (2010) seperti gambar dibawah ini :
Campuran kotoran dan
air (yang bercampur dalam inlet atau tangki pencampur)
mengalir melalui saluran pipa menuju kubah. Campuran tersebut lalu memproduksi
gas setelah melalui proses pencernaan di dalam reaktor. Gas yang dihasilkan
lalu ditampung di dalam ruang penampung gas (bagian atas kubah).
Kotoran yang sudah
berfermentasi dialirkan keluar dari kubah menuju outlet. Ampas ini
dinamakan bio-slurry. Ia akan mengalir keluar melalui overflow
outlet ke lubang penampung slurry. Gas yang dihasilkan di
dalam kubah lalu mengalir ke dapur melalui pipa.
Model Pembangunan
Biogas Indonesia pada umumnya terdiri dari komponen-komponen berikut:
1.
Inlet (tangki pencampur
Tempat mencampur kotoran hewan (kohe)
dan air dengan komposisi yang telah ditentukan. Komposisi dengan perbandingan
seimbang yang harus dipatuhi, sebagai contoh kotoran sapi adalah 1 : 1 (kohe
sapi : air).
Mixer :
Terletak didalam inlet
yang berfungsi sebagai pengaduk campuran kohe dan air. Mixer wajib dibersihkan
setiap kali setelah digunakan untuk mencampur kohe dan air.
2. Pipa Inlet (bisa diadaptasi untuk dihubungkan ke toilet)
Merupakan pipa
penyalur campuran kohe dan air dari inlet menuju ke reactor. Pipa yang
digunakan dengan standar mutu yang baik (AW ukuran 4 inchi)
3. Digester (Reaktor)
Disebut juga sebagai
ruang pencerna. Disini campuran kohe dan air akan diurai melalui proses hampa
udara (pencernaan anaerob) . Proses ini
menghasilkan biogas.
4. Kubah
Merupakan tempat
menampung gas hasil dari pencernaan anaerob. Puncak kubah harus ditimbun dengan
tanah dengan ketebalan minimal 30 cm untuk menjaga kestabilan suhu dalam
reactor.
5. Manhole
Lubang yang menghubungkan antara tangki reactor dengan outlet. Lubang
ini juga digunakan sebagai jalan masuk untuk melakukan perawatan bagian dalam
reactor.
6. Outlet
Ampas biogas yang
sudah terfermentasi didalam reactor akan terdorong keluar dengan sendirinya
kedalam outlet. Jika masih terdapat gelembung udara pada ampas biogas berarti
ampas tersebut mengandung gas metana yang dapat diolah kembali sebagai biogas.
7. Penampung slurry
Disebut juga Slurry
pit, merupakan lubang penampung ampas biogas yang keluar dari outlet. Ampas
biogas ini sangat bermanfaat sebagai pupuk organic, membuat pellet ikan,
pestisida dan lain-lain.
8. Tutup outlet
Merupakan bagian dari
outlet terbuat dari beton bertulang, berfungsi sebagai penutup untuk lebih
menjaga dari sisi keamanan.
9. Overflow
Disebut juga dengan
lubang luapan yang berfungsi sebagai penyalur ampas biogas dari outlet menuju
ke slurry pit.
10. Pipa Gas Utama (PGU)
Biogas yang ditampung
didalam kubah selanjutnya dialirkan melalui pipa gas utama ke titik pengguna
(kompor atau lampu)
11. Katup Gas Utama
Merupakan kran
pengatur aliran gas dari kubah menuju titik pengguna.
12. Saluran Pipa Gas
Berfungsi sebagai
penghubung atau penyalur biogas dari reactor menuju ke titik pengguna. Pipa ini
harus memiliki standar mutu yang baik (AW ukuran ½ inchi)
13. Waterdrain
Disebut juga perangkap air atau penguras air yang berfungsi sebagai
saluran pembuangan air (biogas mengandung uap air). Saluran ini terletak di
posisi titik terendah pipa saluran gas.
14. Pengukur Tekanan Gas (Manometer)
Berfungsi untuk mengukur tekanan gas yang dihasilkan dari proses pencernaan anaerob dalam digester.
